The Power of Dream sebuah Buku yang Memantik Semangatmu

 The Power of Dream sebuah Buku yang Memantik Semangatmu


23:40

Sahabat Pena Basindon, saya akan kembali menulis sedikit tentang buku yang baru saja selesai saya baca. Sebuah buku yang cukup menggugah, “The Power of Dream”. Buku tersebut saya peroleh di iPusnas, karena tak ada lagi tempat lain yang lebih baik untuk mencari buku sekarang ini kecuali iPusnas. Saya sangat suka dengan kehadiran iPusnas. Lain kali saya pasti bercerita dengan menuliskan kisah pertama kali saya bisa membaca di iPunas. 



Buku “The Power of Dream” tersebut ditulis oleh seorang yang sukses di bidangnya yaitu Suhudi Ismail. Nama itu baru pertama kali saya lihat di cover sebuah buku. Ini tentu gara-gara masih sedikitnya buku yang saya baca. Sehingga baru tahu kalau ada seorang motivator termuda dari Indonesia bagian timur. Saya pun terkesmia setelah membaca bukunya.

 

Mula-mula saya juga kurang tertarik ketika membuka lembaran-lembaran awal buku tersebut. Karena cara penyajian naskahnya yang seperti buku harian. Tapi siapa sangka setelah membaca beberapa halaman berikutnya saya menjadi tersentak-sentak, dan juga langsung bisa terhibur. Beberapa kali saya harus tertawa sendiri karena kelucuan isi ceritanya. Tapi tetap menakjubkan.


Di dalam buku tersebut, penulisnya Suhudi Ismail mengisahkan dirinya sebagai seorang anak kampung yang hidup di tengah rimba, jauh dari riuh ripuhnya perkotaaan. Ia berusaha mengejar cita-citanya sebagai seorang motivator dengan cara yang mengerikan. Saya saja tidak bisa membayangkan betapa kerasnya kehidupan seorang Suhudi. Ia yang hidupnya di jauh pelosok kemudian bisa bersekolah dengan menempuh jarak 80 km tentu sesuatu yang diluar nalar. Ia juga anak yang bodoh (jika boleh mengatakannya bodoh). Tidak lulus UN ketika MTs. Lalu ia mengikuti program paket A baru kemudian bisa mengikuti sekolah lanjutan. Di sekolah lanjutan juga tetap sama. Mengalami berbagai macam intimidasi. Namun semua itu bisa dijalaninya meskipun dengan tertatih-tatih. Lebih parahnya lagi ketika berusaha masuk di perguruan tinggi di Makassar. Kita sebagai pembaca benar-benar bisa ikut merasakan betapa nasip hidup seorang Suhudi begitu menyedihkan. Tapi, semangatnya yang begitu membara, tak pantang menyerah patut diacungkan dua jempol, atau bahkan sepuluh jempul jika saja jumlah jempok kita sepuluh, tapi itu tidak mungkin. Intinya Suhudi super inspiratif.


Pemuda sekarang bisa banyak belajar dari kisah Suhudi ini. Bila dibandingkan dengan nasip Si Suhudi dengan orang-orang dikampung saya, barangkali belum ada apa-apanya. Pemuda di desa saya, atau katakan saya sendiri, masih bisa hidup enak, berpoya-poya, dan bisa makan dengan berbagai macam nasi dan lauk. Berbeda dengan Suhudi yang ketika di kos harus merelakan dirinya memakan ikan kering setiap hari. Jika saya bisa berganti pakaian setiap saat sedangkan Suhudi memakai kemeja yang itu-itu saja setiap hari sampai satu tahun. Suhudi benar-benar terpuruk dengan keadaanya. Tapi ia tidak lantas menyerah. Ia terus berusah memperbaiki dirinya sampai akhirnya ia bisa menemukan sebuah cahaya dari seorang teman yang membuatnya bisa duduk berlama-lama untuk belajar. Ya, temannya itu memberinya inspirasi bahwa kalau ingin sukses di bangku kuliah kita harus meluangkan seluruh waktu kita untuk belajar lebih giat dan lebih lama.


Dalam proses belajarnya Suhudi melahap ribuan buku. Ia memaksa dirinya untuk membaca 4 buku setiap hari dengan ketebalam 200 halaman. Ini tentu sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Tapi bukan Suhudi namanya kalau mundur satu langkah. Ia selalu tegar dan terus maju.


Dengan sikapnya yang pantang menyerah itu akhirnya membawa dirinya menjadi orang yang sukses menjadi milyarder. Dalam usia 23 tahun saja ia sudah menjadi milyarder berkat karirnya menjadi seorang motivator. Sebuah cita-cita yang selama ia idam-idamkan yang selalu fokus untuk dikejar. 


Nah, diakhir catatan ini, saya akan mengutip tujuh formula rahasia sukesesnya seorang Suhudi Ismail. Tujuh formula tersebut merupakan intisari dari perjalanan hidupnya dalam meniti karir selama ini. Dan tujuh formula tersebut telah benar-benar membawanya menjadi milyarder di usia masih belia. Ketujuh formula tersebut adalah:

  1. Tentukan targetmu dengan cara spesifik
  2. Buatlah strategi untuk mencapai target itu
  3. Bertindaklah secara konsisten
  4. Berani gagal dan lakukan umpan balik
  5. Memiliki keyakinan
  6. Ketekunan
  7. Jangan menyerah


Jika penasaran dengan buku silakan dapatkan di toko-toko terdekat atau cari di aplikasi iPusnas. Selamat membaca.

-------------------------------
Penulis: Abdul Hayyi, S.S. (Abduh Sempana)
Guru di MTs NW Boro'Tumbuh, Lombok Timur, NTB.

Anda juga bisa mengirim tulisan di Pena Basindon
komentar
Cancel

"Berkomentarlah dengan santun dan bermartabat."