Cerita Pendek Inspiratif | Air Bening

Air Bening
Karya: Siti Rahmaniah

Di sebuah ruangan yang nuansa hello kitty bangunlah seorang gadis yang memakai jilbab,jidat jenong,hidung pesek,gadis itu bernama Andriyani.

Pada suatu hari Andriyani mau kerumah temannya untuk mengerjakan tugas kelompok tapi di pertengahan jalan Andriyani melihat seorang anak kecil yang sedang memegang perutnya. Andriyani yang melihat itu langsung pergi kewarung untuk membelikan anak tersebut makanan. Setelah membelikan anak tersebut makanan Andriyani langsung menghampiri anak tersebut & bertanya-tanya, “Kamu kenapa dek?” Anak tersebut menjawab, “Aku kelaparan kaka, aku udah tiga hari gak makan.” Andriyani pun langsung mengambil makanan yang ada ditasnya yang dia beli tadi ia langsung memberikan anak tersebut makanan. “Ini makanannya, Dek, untuk kau, ambillah!” Kata Andriyani.
“Terimakasih Kaka,” katanya, tapi anak tersebut tidak langsung memakan makanan yang dia berikan Andriyani tadi, justru dia langsung meyimpan makanan tersebut ke plastik yang dia bawa. Andriyani kebingungan kenapa anak teserbut tidak langsung memakan makanan yang dia berikan.

“Dek kenapa kamu tidak memakannya,”

“Makanan ini akan kuberikan kepada ibuku yang sedang sakit dirumah,” katanya. Andriyani bertanya lagi,” Dimana rumahmu Dek, kaka akan mengantarmu pulang.” Anak tersebut langsung berjalan dan diikuti oleh Andriyani dari belakang. Setelah lama berjalan diapun sampai di rumah kumuh yang ditutupi oleh kardus-kardus bekas. Anak tersebut langsung masuk kerumah dan menghampiri ibunya yang sedang tidur tak berdaya.

“Bu ini makanan untuk ibu dimakan ia,” kata anak itu. Ibunyapun langsung memakan makanan tersebut. Lalu ibu itu bertanya kepada anaknya, “Apakah kamu sudah makan?” Anak tersebut menjawab, “Aku udah makan kok Bu, Ibu taruh aja makanan ini untuk ibu makan besok,”
Sang ibu kelihatannya menuruti perkataan anaknya dan langsung terlelap dalam tidurnya. Andriyani yang melihat kejadian tadi pun tak terasa matanya memerah dan cairan bening berkilau membasahi pipinya yang chabi. Dia sadar kalau dia harus mensyukuri kenikmatan Tuhan dan tidak mengeluh karena masih banyak orang yang tidak seberuntung seperti anak tadi. Setelah itu Andriyani langsung pulang kerumahnya.

Seperti biasanya pagi ini Andriyai bangun pagi untuk mengerjakan tugasnya. Setelah itu membaca Al-qur'an dengan suara indahnya. Kemudian dia langsung mandi untuk pergi sekolah, tapi ketika dia baru di depan pintu kelasnya dia langsung mendapatkan sambutan dari teman-temannha yang belum mengenalnya betul.

Saat itu dia hanya bisa bersabar dan tersenyum. Dia berpikir kenapa semua orang hanya melihatnya dari sebelah mata saja. Kenapa semua orang hanya meliahat fisik dan penampilannya yang cupu. Kenapa semuanya tidak melihatnya dari hati. Setelah jam sekolah habis Andriyani langsung pulang kerumah dan masuk kamar sambil mengunci pintu.

Saat itu Andriyani kembali mengeluarkan cairan bening yang membasahi pipi chabinya, tapi itu bukan lagi cairan bening terharu melainkan cairan kesedihan. Di situ dia meluapkan isi hatinya. Dia kemabali mengeluh kenapa hidupnya seperti ini kenapa semua orang menghinya. Kenapa semua orang menjauhinya. Apa salahnya sehinnga semua orang selalu menghinanya dan menjauhinya. Di saat seperti ini dia membutuhkan orang untuk membangkitkannya tapi dia tidak tahu siapa. Dia terus saja mengelurkan cairan bening di matanya sampai jam 3 sore. Kemudian tiba-tiba dia mengingat anak kemarin yang dia tolong, dia langsung mengucapkan istigfar dan meminta maaf kepada Allah karena dia selalu saja mengeluh. Setelah merasa puas meminta maaf, Andriyani pun langsung mengambil air wudhu untuk mengerjakan kewajibannya dan mencurahkan isi hatinya di atas  sajadah.
komentar
Cancel

"Berkomentarlah dengan santun dan bermartabat."