Kumpulan Teks Eksemplum Karya Siswa (Tugas Menulis Teks Eksemplum MTs NW Boro'Tumbuh)

Teks eksemplum karya siswa

Teks eksemplum adalah teks cerita yang tujuan sosialnya menilai perilaku atau karakter dalam cerita. Sturktur teks eksemplum terdiri atas: abstrak, orientasi, insiden, intepretasi, dan koda. Baca: Pengertian, Struktur, dan Ciri Teks Eksemplum. Berikut ini contoh teks eksemplum karya siswa. Baca juga: Contoh Teks Eksemplum yang Dilengkapi Strukturnya.

Miskin Harta Kaya Ilmu
Karya: Abdul Basid Samtani

Muammar adalah anak kedua dari pasangan Mahyudin dan Isnaini. Sejak kecil ia ditinggal mati oleh ayahnya. Ia pun tinggal bersama ibunya. Sementara kakaknya pergi merantau ke negeri seberang. Kini Muammar sudah duduk di bangku kelas 2 SMA dan hidup di tengah keluarga yang sangat miskin.

Hidup dalam keluarga yang serba kekurangan memang tidak pernah membuat Muammar patah semangat dalam meraih cita-citanya.  Ia juga tidak pernah merasa bosan untuk belajar dan terus belajar.

Suatu hari, Muammar berangkat ke sekolah dengan muka yang sedikit agak cemburut.  Saat itu ia tidak diberi uang jajan oleh ibunya. Karena hari itu ibunya tidak memiliki simpanan uang. Selain itu, ibunya juga sedang dalam keadaan kurang sehat.

Namun dengan keaadan yang seperti itu Muammar tetap ingin pergi ke sekolah. Ia tidak mau ketinggalan mata pelajaran. Apalagi kalau cuma tidak diberikan uang jajan oleh ibunya. Ia pun berangkat ke sekolah dengan penuh semangat.

Hari terus berganti hingga akhirnya keberuntungan berpihak kepada muammar. Ia dipilih untuk mewakili sekolahnya pada olimpiade sains tingkat provinsi. Pada olimpiade tersebut Muammar mendapatkan peringkat 1 dan berhak mendapatkan paket umrah bersama ibunya dan uang tunai 10 juta rupiah.

Meski pun begitu Muammar tidak ingin menjadi sombong. Muammar tetap rendah hati seperti biasanya. Dan keadaan itu justeru menambah motivasi untuk terus belajar mempertahankan prestasinya tersebut. "Rendah hati membuat kamu tahu kekurangan dan kelebihan dirimu". Itulah yang tergambar dari seorang Muammar.



Lomba PMR
Karya: Rozikatun Fauzanniah

Pada suatu hari saya dan semua anggota PMR MTs NW Boro’Tumbuh pergi untuk berlomba ke Masbagik. Ketika sampai di Masbagik saya dan semua anggota lainnya berkumpul dan mendirikan tenda di sebuah lapangan. Saat tenda yang didirikan sudah selesai, kami beristirahat sebentar dan kemudian melaksanakan apel pembukaan. Sementara lomba dimulai esok hari.

Keesokan harinya lomba pun dimulai. Ada beberapa macam lomba yang harus diikuti seperti: Tandu, PBT (Pasang Bongkar Tenda), PP (Pertolongan Pertama), dan PK (Pertolongan Keluarga).

Lomba pertama dimulai dari tim tandu. Lomba tersebut diadakan di tebing yang atasnya kurang lebih 1 meter dari lapangan. Pada saat lomba dilaksanakan ada salah satu tim yang jatuh dari tebing tersebut. Tetapi mereka tidak menyerah dan kembali keatas tebing untuk melanjutkan perlombaan.

Lalu pada malam harinya panitia mengadakan pentas seni. Tapi dari sekolah kami tidak ada yang mengikuti lomba dan menonton saja. Kemudian kami beristirahat dan tidur setelah lomba selesai.

Di hari berikutnya di laksanakan lomba lainnya seperti PBT, PP, PK dll. Setelah itu di umumkan pemenang dari beberapa lomba yang sudah diadakan. Dan sekolah kami mendapatkan juara 1 pada lomba Tandu.

Selama mengikuti perlombaan PMR di Masbagik saya merasa senang. Saya memiliki banyak kenalan dari berbagai sekolah. Berbagai pengalaman pun telah saya dapatkan. Sungguh kenangan yang sulit saya lupakan.

Dari kegiatan tersebut saya pun mendapatkan pelajaran yang sangat berharga bahwa saat berlomba kita tidak boleh menyerah. Saat kita terjatuh kita harus bangkit untuk mencapai kemenangan.


Terlambat Datang Ke Sekolah
Karya: Siti Afifah Barokatin

Malam itu, aku ingin sekali pargi ke rumah bibik, akan tetapi adekku sedang sakit. Aku pun disuruh oleh ibu membeli obat. Aku pun pergi membeli obat.

saat di perjalanan aku melihat seekor anjing dari kejauhan. Aku tergesa-gesa berlari. Aku tidak melihat ada batu didepan. Aku pun terjatuh terkapar gara-gara batu itu. Setelah aku melihat dari jarak dekat ternyata itu bukan seekor anjing. Melainkan seekor kucing. Aku pun tertawa sendiri setelah melihat kucing yg kukira anjing itu.

Aku pun sampai di toko obat terdekat. Aku membeli obat batuk dan obat panas untuk adekku. Setelah itu aku pulang ke rumah. Aku memberikan obat itu kepada ibu. Lalu ibu memberikan obat itu kepada adek. Usai adekku minum obat, kami pun tertidur.

Pagi pun tiba. Saat aku mau mandi tiba-tiba adekku ingin buang air besar. Aku mengalah. Adekku lama di kamar mandi. Sementara hari itu jadwal aku menyapu di kelas. Setelah adek keluar aku pun mandi dengan cepat-cepat. Kira-kira 7 menit lebih. Usai mandi aku berdan-dan seadanya, membersihkan tempat tidur, sarapan, lalu memanaskan sepeda motor. Baru kemudian aku pergi ke sekolah.

Saat perjalanan ke sekolah, pas di sebuah pertigaan, aku tidak melihat ada motor di depan mataku, dan tinggal sedikit lagi motor itu menabrak motor ku. Untung saja aku dan org itu dengan cepat menekan rem.

Setiba di sekolah aku melihat kelas masih kurang bersih. Sementara teman-teman sudah mulai berbaris. Bapak Sataruddin, Wakamad kesiswaan menyuruh aku untuk segera berbaris. Usai berbaris kami pun masuk ke kelas masing-masing. Saat aku baru mau duduk tiba-tiba Pak Sataruddin masuk ke kelas kami. Dengan wajah yang agak menyeramkan beliau mengatakan, "Giliran siapa yg menyapu hari ini?". Ketua kelas kami menjawab, "yang menyapu kelas hari ini adalah Etik Maesarohh, Muh. Ali Rizki, dan Siti Afifah Barokatin."

Setelah disebutkan nama-nama tadi, kami pun disuruh maju ke depan. Kami diperintahkan untuk memungut sampah di luar kelas. Usai memungut sampah, kami pun masuk ke kelas.  Kemudian Pak Kaharuddin, Guru Matematika masuk ke kelas kami. Jam pertama hari itu adalah pelajaran Matematika. Sebelum dimulai pelajaran Pak Kaharuddin menyuruh kami maju lagi ke depan dan memerintahkan kami untuk menyapu di lantai depan kelas. Tiba-tiba Pak Sataruddin datang lagi dan membawa sebuah kayu dan masuk ke dalam kelas. Pak Sataruddin memukul Muh. Ali Rizki di dalam kelas. Lalu Pak Sataruddin keluar, tiba-tiba kayu yang dipegangnya itu langsung mendarat di betisnya Etik, lalu ke betisku juga. Beliau pun pergi setelah memukul kami berdua. Lalu kami masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran.

Hikmah yang mungkin bisa dipetik dari kejadian ini adalah: "kita tidak boleh lalai dalam mengerjakan tugas-tugas dan kewajiban."


komentar

1 Komentar

Cancel

"Berkomentarlah dengan santun dan bermartabat."